Sabtu, 05 Oktober 2019

Cerita Seorang Arsitektur Her Pramtama

Her Pramtama memperoleh gelar S-1 dari jurusan Arsitektur Universitas Trisakti serta mendalami studi S-2 Urban Design di universitas yang sama. Her Pramtama pernah menjabat sebagai ketua IAI Jakarta periode 2009-2002. ia mendirikan US&P Architects pada tahun 2002.

Saya perlu sharing kepada teman-teman tentang pengalaman saya menjalankan usaha, dari tahun 2002 sampai lima tahun terakhir, adalah sesuatu yang bersifat autodidak. Padahal kalau saya mengikuti tahapan yang sudah ada, mungkin bisa lebih cepat.

Setelah lulus pada tahun 2001, saya bekerja di dalah satu BUMN di bagian konsultan Teknik. Disana, saya hanya bertahan selama 40 hari karena saya diminta untuk mengikuti tender. padahal satu tahun sebelumnya saya masih tertatih-tatih berjalan seperti hidup aktivis, sehingga saat mengikuti audit, saya merasa tidak nyaman. pada akhir nya saya memutuskan pindah ke kontraktor. Tahun 2002 saya bekerja di Pramada sebagai pekerjaan sampingan. Setelah proyek-proyek mulai banyak, akhirnya saya resign dari pramada.

selanjutnya pada tahun 2005 saya berdiskusi dengan partner saya. kami membicarakan mengenai sistem kantor kami nantinya. apakah ingin seperti Hadiprana, Andra Matin, atau siapa? posisi kami berada dimana? Apa yang menjadi passion kami? Dalam proses ini kita harus mencari tahu biro yang akan kita jadi panutan, yang kita anggap berhasil dari sisi proyek yang dikerjakan maupun dari sisi perusahaanya sendiri.

sebelum kami menentukan bentuk badan usaha untuk kantor kami nantinya, kami juga menyamakan visi dan misi. Hal ini penting apalagi jika kita ingin mendirikan PT yang minimal melibatkan dua orang. sama seperti jika kita mau menikah, visi dan misi harus satu. langkah selanjutnya adalah menentukan rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. kita harus memiliki strategi dan planning.

saya punya pemgalaman, karena sempat gagap undang-undang, saya yang harusnya mengurus SIUJK ( Surat Izin Usaha Jasa Kontruksi) malah mengurus surat izin perdagangan. semua jadi serba salah. kita tidak tahu menahu, pihak Pemda juga acuh tak acuh, Setelah urus SKA. visi dan misi, serta surat SIUJK selesai, kita bisa mengurus legalitas. kalau lengkap, maka kita bisa bekerja.

Pada akhirnya, apakah perlu mendirikan badan usaha berbentuk PT bagi arsitek yang ingin berpraktik secara profesional? Visi dan Misi dari arsiteklah yang akan menjawabnya. pemilihan badan usaha harus disesuai kan dengan kebutuhan arsitek, apakah cukup bentuk perseorangan, CV,  atau PT. semua jenis badan usaha tersebut diakui secara sah. yang berbeda hanya batasan proyek yang diambil 
Comments